Kadang kau merasa senang saat cintamu bersambut. tapi tidak untukku...
aku,Kang Dong Ae,aku merasa menjadi orang yang paling malang di dunia
ini. sifatku yang pendiam,cengeng dan takuut dengan cowok membuatku
merasa terkucilkan. sejak SD,aku selalu mengalami sakit hati karena
cintaku yang bertepuk sebelah tangan. Samdong,cinta pertamaku,aku
memendam perasaanku selama 7 tahun ke dia. Dia selalu ada disisiku saat
suka maupun duka. Saat aku menangis,dia selalu bisa menghiburku dengan
bermacam-macam cara. Saat smp pun,aku sengaja masuk ke smp yang sama
dengannya. ya Tuhan,aku begitu mencintainya Ku kira dia
menyukaiku,ternyata salah,dia hanya menganggapku sebagai adik. Aku
masih ingat kata-katanya yang pertama kali membuatku patah hati.
Samdong : apa kau tau,aku menyukai hye ri sejak kelas 1-8 yaa sampai sekarang,dukung aku yaa ? haha
Aku : ouh yaa ? yaa hye ri memang cantik,pintar lagi,kalian sangat cocok haha :)
Samdong : makasih,kamu jga harus bisa berani bicara dgn cowok yaa,jangan takuut,ga semua cowok itu jahat :)
Aku : iyaa,kamu harus dapetin dia yaa :) semangaat >,<
ya,dia hanya tersenyum. Saat itu,aku merasa sakit,sakit karena harus
membohongi perasaanku sendiri. sakit karena ini pertamakalinya aku patah
hati karena cinta. Entah aku harus bahagia atau sedih. Tapi ya
sudahlah,yang penting bisa tetap dekat dengan dia. Aku akan melupakan
semuanya dan perasaanku ke dia. Sejak itu,aku mulai mengubur perasaanku
dalam-dalam untuk kata cinta. aku tidak mau jatuh cinta lagi.
Sekarang aku sudah masuk ke sma,bertemu orang-orang baru,lingkungan baru
dan semua hal. Kata orang sih,masa sma itu adalah masa-masa yang sangat
indah. Tapi... bagiku tidak. aku masih terbayang-bayang dengan
samdong,dia sedang apa yaa sekarang ? hmm...
pada suatu hari,saat di kelas
Nami : hei,tidak ke kantin ?
Aku : tidaak,aku di kelas saja,makasih :)
Nami : yaah,kalo gitu,aku ke kantin yaa,dadaah :D
Aku hanya melambaikan tanganku,aku pun mendengarkan lagu di hp.
Tiba-tiba perhatianku teralihkan kepada SooBin,ketua kelasku. Dia duduk
sendirian di depan kelas,dia termasuk orang yang paling pendiam di
kelas. Karena bosan,aku pun ikut berdiri tak jauh dari dia di depan
kelas.
SooBin : haloo,Dong ae kan ?
Aku : haloo,i..iyaa...
SooBin : ga ikut Nami ke kantin ?
Aku : lagi males,hhehe *garuk2 kepala
SooBin : ouh...
Aku : kamu sendiri ga ke kantin ?
SooBin : sama denganmu,lagi males,lagi pengen sendiri... *tersenyum
Aku : ouh gtu...
Sejak hari itu,aku mulai dekat dengan dia. Aku pun mencari nama fb-nya
dan mencari tahu segala tentang dia. Dia selalu membantuku di saat
sulit,aku juga sering minta ajarin dia soal pelajaran. Entah kenapa
perasaan itu muncul,ya perasaan kagum. Hari berganti hari,aku mulai
menyukainya tapi karena kecerobohan teman-temanku,semua orang pun tahu
kalau aku menyukai dia. Awalnya,aku merasa senang,karena sepertinya
semua sahabat dan teman-temanku setuju aku dengan dia. Akan tetapi,semua
pemikiranku salah. SooBin mulai menjauhiku,dia bahkan meremove
pertemanan kami di facebook. Oh Tuhan,apa maksud dari semua ini ? aku
sudah berhasil terlepas dari bayang-bayang Samdong,sekarang apa lagi ?
Beberapa hari kemudian,karena ada bukuku yang tertinggal di kelas. Aku
pun mutusin untuk kembali,tanpa sengaja aku mendengar pembicaraan antara
Nami dan SooBin. Aku pun mutusin untuk nguping pembicaraan mereka.
Nami : SooBin,ada apa denganmu ? kenapa kau menjauhi dong ae ? apa salah dia ?
SooBin : dia sudah buat aku malu di depan semua orang,asal kau tau saja aku hanya menganggap dia teman saja,Nami...
Nami : tapi kasihan dia,dia masih terlalu awal untuk mengerti semua ini,tidak bisakah kau mencoba mencintai dia ??? ku mohon~
SooBin : aku tidak bisa,mi... jangan paksa aku untuk mencintainya... perasaan itu ga bisa dipaksakan !
Nami : tidak bisakah ? cobalah dulu...
SooBin : DEMI TUHAN,NAMI... DEMI TUHAN AKU TIDAK MENCINTAINYA !!! TOLONG MENGERTI PERASAANKU !!! *lantang
Nami : Apa ada cewek lain yang kau sukai ? jawab !
SooBin : ada... dan dia ada di depanku sekarang...
Nami : apa maksudmu ? aku tidak mengerti...
SooBin : aku mencintaimu,nami... aku mulai menyukaimu sejak pertama kali
kita bertemu... tidakkah kau merasakannya ??? aku harap kau
menjawabnya...
Nami : *terdiam
Aku terdiam di tempat. Air mataku berjatuhan,aku terus menyeka air
mataku,ternyata selama ini hanya harapku saja. Dia mendekatiku karena
menyukai Nami,sahabatku sendiri ! aku berbalik dan lari sekuat tenaga.
Lari kemanapun asal aku bisa menjauh dari mereka. kemudian,aku mengayuh
kencang sepedaku menuju rumah. Setibanya,aku menangis dan menangis
tersedu-sedu. Lagi-lagi,aku tertipu. Tertipu dengan sebuah harapan
kosong. Harapan untuk memiliki seseorang yang tak pernah memikirkanmu
sekalipun.
Ya Tuhan,tegarkanlah aku... :')
Besoknya,aku dengar gosip bahwa Nami dan SooBin jadian. Awalnya aku
syok,akan tetapi aku coba bersikap seolah semua baik-baik saja.
Aku ; selamat yaa,,,
Nami : untuk ?
Aku : kamu kn jadian dengan SooBin,hehe...
Nami : ouh i... iy..iya,makasih Dong ae :D
Aku : yaa,sama-sama... :)
Beberapa menit kemudian,aku pun lari ke wc. Aku menangis lagi,rasanya
aku tidak sanggup melihat kebersamaan mereka. Ini sungguh berat
rasanya,aku... aku... merasa tak ada semangat hidup lagi. Aku menjalani
hari-hariku dengan suram. Aku ingin cepat-cepat naik kelas dan berpisah
dengan mereka. Wahai waktu,cepatlah berjalan...
Hari berganti bulan,bulan berganti tahun,tak terasa aku sudah kelas 2
sma. Ouh tidak,sekarang aku mulai kagum dengan sunbae (kakak kelas)
ku,namanya Dongho. Dia cool sekali,aku senang melihat wajahnya. bahkan
aku rela ikut organisasi yang sama dengan Dongho oppa. Aku juga punya
sahabat baru bernama Boram,yup ! dia teman sebangkuku di kelas sekaligus
sahabat dekatku sekarang. Setiap hari,aku terus memperhatikannya,siapa
lagi kalo bukan Dongho oppa ?
aku senang,aku sudah mulai berhasil melupakan SooBin,dan ini semua berkat Dongho oppa :D
gara-gara melihat oppa,aku jadi suka cowok berkacamata. Terlihat sangat
keren dan berkharisma. Untuk sementara rasa ini hanya kagum,entah nanti ?
akan berubah menjadi cinta atau tetap. Hanya Tuhan yang tau,setidaknya
aku coba untuk berharap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar